#

ADVERTISING

Selasa, 13 Oktober 2009

Bertrading perlu Kreasi


Sebuah sistem

Kali ini Kita akan membicarakan bagaimana caranya untuk bertrading berulang kali dan berjalan dalam profit yang konsisten dari hari ke hari. Dalam trading, mereka yang mengalami profit sudah pasti akan kembali untuk membuka trading lainnya guna memperoleh profit yang lebih besar lagi. Ada orang-orang yang Saya temui yang mengatakan bahwa kalau sudah profit sekian persen dalam forex maka dia akan segera mengakhiri tradingnya dan merasa puas cukup dengan profit itu saja. Saya pribadi tidak sepenuhnya percaya dengan perkataan seperti itu. Pasalnya jika Kita mengalami profit pastilah Kita akan kembali untuk mengulangi profit yang sama bukan? Wong loss saja banyak yang kembali untuk mencoba trading lagi (karena penasaran) apalagi profit?
Persoalannya jika dalam trading pertama kita profit, belum tentu kita mampu melakukannya untuk yang kedua kalinya. Bukankah tujuan kita bermain forex adalah profit, dan tetap menjaga konsistensi profit kita? Nah untuk itu Anda membutuhkan sebuah sistem trading yang mampu setidaknya membantu trading Anda memperoleh profit secara konsisten. Itu sebabnya adalah perlu untuk membuat sebuah trading system.

Sebuah trading system adalah sekumpulan metode trading baik teknikal maupun fundamental yang mampu menuntun kita melakukan trading dalam berbagai kondisi market dan tentu saja menghasilkan profit.
Kalau Anda melakukan searching di Google dengan keyword “forex trading system” maka Anda akan menemukan banyak sekali hasil pencarian. Banyak diantaranya menawarkan sebuah trading system yang sempurna dan mampu memberikan Anda profit ratusan points perbulannya! Dalam dunia forex sistem seperti ini dinamakan “Holy Grail.” Sebuah istilah yang mengacu pada metode trading yang bila dilaksanakan sesuai aturannya akan memberikan kita profit dalam setiap keadaan.

Bukankah itu terlihat menarik?
  • Sebuah trading system yang mampu memberikan profit ratusan points per bulan dan akan menjadi tambang emas Anda selamanya!
  • Beberapa menawarkan harga ribuan Dollar untuk trading system model begini. Apa layak untuk dibeli?
  • Bukankah kalau sudah saya beli maka Saya dapat bertrading dengan sistem tersebut dan impas setelah beberapa bulan trading?

Kwa kak kak kak kak, satu hal yang Saya pelajari ketika berselancar di internet dan membaca begitu banyak pengetahuan adalah bagaimana membedakan sebuah bahasa marketing dengan bahasa informasi. Kebanyakan bahasa marketing terlihat too good to be true.
Dan iklan trading system seperti itu rasanya too good to be true. Bukankah kalau memang sebuah trading system menghasilkan, bahkan tanpa harus menjualnya sekalipun si pencipta mampu menghasilkan ribuan Dollar tiap bulannya? Mengapa harus repot melayani pembeli jikalau hanya dengan mengikuti sistem ciptaannya dia sudah mampu menjadi kaya...layak nya dukun yang menjanjikan kekayaan..!! Kenapa dia tidak kaya sendiri...Kwa kak kak kak

Anggaplah sistem tersebut benar, hal tersulit perihal sebuah trading system adalah bukan bagaimana membuatnya tetapi bagaimana dengan disiplin kita mengikutinya. Ini bukan perkara yang mudah apa lagi jika ternyata trading system yang Anda beli mengharuskan Anda bertrading antara pukul 00.00 – 03.00 setiap hari misalnya. Apa Anda sanggup ? Bangun tengah malah setiap hari dan mencari peluang demi trading system yang telah Anda beli seharga beberapa ribu Dollar. Itu baru masalah waktu, belum masalah tetek bengek lainnya seperti innitial margin (modal awal), model trading (swing, day atau scalp) dan lain sebagainya.

Kabar baiknya adalah kita pun bisa membuat trading system kita sendiri!

Dan karena trading system tersebut kita buat sendiri pastilah sesuai dengan pola dan karakteristik trading kita. Lebih baik bukan?

Maka dari itu CIPTAKAN KREASIMU SENDIRI

Artikel ini akan membantu Anda untuk itu. Membuat trading system terus terang memang gampang-gampang mudah eh maksudnya gampang-gampang susah. Terutama masalah back test dan forward testnya. Maksudnya back test itu adalah mengtes trading kita apakah profit terhadap pergerakan harga yang selama ini terjadi. Sedangkan forward test adalah mengetesnya dalam demo account Anda.

Ok kalau begitu mari kita jabarkan satu per satu bagaimana caranya membuat sebuah trading system.

  1. Tentukan Tujuan Trading Anda (Trading Objectives) Keluar rumah harus ada tujuan. Investasi pun harus punya tujuan. Tapi jangan katakan tujuan Anda dalam bermain forex adalah profit yang sebesar-besarnya. Tujuan harus realistis dan mempunyai ukuran yang jelas. Realistis artinya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki saat ini. Jelas artinya harus tertuang dalam angka atau persentase dan dalam waktu yang tertentu juga. Akan lebih baik lagi bila berupa target pribadi misalnya mampu membelikan sebuah motor bebek seharga 12 Juta dalam jangka waktu 8 bulan. Nah itu baru namanya tujuan yang jelas.

Menentukan tujuan dalam bertrading forex membantu kita untuk menentukan cara-cara bertrading dan modal yang kita tanamkan. Nah lalu bagaimana caranya kita menentukan tujuan kita?

Yang pertama perlu Anda ketahui adalah tidak perlu terlalu muluk-muluk dalam menentukan target Anda. Katakanlah hanya sebesar 10% setiap bulannya misalnya. Itu sudah cukup baik. Apabila Anda secara konsisten mencapai 10% tiap bulan selama setahun maka Anda mampu memperoleh sebanyak 120% yang 12 kali lebih besar dari bunga deposito tahunan kita! Bila Anda tidak mau menggunakan persentase tetapi sebuah angka eksak, itu sah-sah saja. Berapa? Misalnya 12 juta selama 8 bulan seperti contoh motor bebek diatas. Bagi saja 12 juta dengan 8 bulan sehingga profit bulanan Anda adalah menjadi 1.5 Juta setiap bulannya. Bagi lagi dengan 20 hari karena pasar forex buka 5 hari dalam seminggu dan sebulan ada 4 minggu jadi profit harian yang harus Anda capai adalah 75 ribu Rupiah. Itu artinya dengan pembukaan posisi GBPUSD sebanyak 1 lot, Anda harus mendapatkan profit sebanyak hanya sebesar 9 points setiap harinya. Angka ini diperoleh dari harga 1 points pergerakan adalah 1$ dan kurs Rupiah pada saat tulisan ini dibuat adalah Rp 8.600 per Dollarnya. Tidak terlalu sulit bukan? Nah dengan konsistensi sebanyak 9 points setiap hari, Anda mampu membelikan sebuah motor bebek bagi istri tercinta setelah bertrading selama 8 bulan. Bukankah itu cukup menyenangkan?

Namun ingat akan pelajaran risk to reward ratio dalam money management class kita beberapa waktu sebelumnya. Setiap pembukaan posisi berarti juga adalah adanya kemungkinan rasio rugi yang dapat terjadi. Nah itu pun harus dipertimbangkan dalam trading kita. Toh dalam kenyataan setiap kali trading tidak selalu kita memperoleh profit bukan? Dalam 20 hari setiap bulannya bisa saja kita mengalami 5 hari atau bahkan 10 hari dimana Stop Loss kita tersentuh sehingga bukan saja profit tidak tercapai tetapi juga modal kita berkurang.

Kok jadi terasa rumit ya?

Hahaha, jangan khawatir, bukan tujuan Saya untuk mempersulit Anda. Membuat tujuan trading (trading objectives) memang bisa sangat rumit jika Anda menghendaki profil target yang sangat detail namun juga bisa semenyenangkan membangun impian Anda apabila dikerjakan dengan tepat dan sederhana saja.

Nah kita kembali ke risk to reward ratio. Dalam menentukan trading objectives, Anda juga harus menentukan resiko yang bersedia Anda tanggung per trade nya. Dalam setiap transaksi, berapa besar loss yang Anda mau tanggung? Nah katakanlah tadi target profit Anda adalah 9 points setiap hari. Apabila Anda menghendaki rasio resiko adalah sama maka itu artinya Anda harus memasang Stop Loss Anda sebesar 9 points juga.
Dan kabar buruknya karena target Anda harus mendapatkan motor bebek seharga 12 Juta Rupiah dalam jangka waktu 8 bulan maka Anda tidak boleh loss sekalipun dalam tiap transaksi Anda sekali pun Anda memasang Stop Loss atau target tidak akan tercapai.


Yaaa Ya Ya ....tidak mungkin kita tidak pernah loss bukan?
Nah untuk memberikan space ekstra demi terbelinya motor bebek dan adanya kemungkinan loss dalam beberapa trade maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Pertama adalah menaikan risk to reward ratio Anda dengan perbandingan reward harus lebih besar dari pada risk nya. Naikkan jadi 2 kali lipat sehingga target profit Anda (TP) menjadi 18 points dan Stop Loss (SL) nilainya tetap yaitu 9 points. Dengan demikian Sekalipun Anda loss sebanyak 10 kali dalam setiap bulannya dari 20 kali trade maka motor bebek tetap dapat diperoleh. Berikut perhitungan detail per harinya.

Tabel Tujuan Trading, Risk to reward ratio = 1:2 & profit to loss percentage per trade per month = 1:1



Month 1 360 180 180
Month 2 360 180 180
Month 3 360 180 180
Month 4 360 180 180
Month 5 360 180 180
Month 6 360 180 180
Month 7 360 180 180
Month 8 360 180 180

GRAND TOTAL 1440


Angka 1440 points tersebut jika di Rupiahkan besarnya adalah Rp 12.384.000,- dengan kurs 1$ = Rp 8600,-
Nah setidaknya target tersebut masih lebih ok untuk tercapai. Jika Anda merasa SL sebesar 9 points terlalu kecil bagi Anda, silakan memperbesar SL Anda namun untuk mengimbanginya, perbesar juga TP Anda sehingga lebih imbang. Rasio 30 points SL dan 60 points TP rasanya juga baik dan terus terang saya pun merasa lebih cocok dengan SL:TP = 30:60 points. Dengan per risk to reward ratio 1:2 dan SL:TP 30:60 serta persentase profit : loss dalam sebulan tetap 50:50 maka hasil trading Anda pada bulan ke 8 adalah sebagai berikut:



Profit (points) Loss (points) Total(points)
Month 1 600 300 300

Month 2 600 300 300

Month 3 600 300 300

Month 4 600 300 300

Month 5 600 300 300

Month 6 600 300 300

Month 7 600 300 300

Month 8 600 300 300

GRAND TOTAL 2400

Nah dalam Rupiah 2400 points besarnya adalah Rp20.640.000,- Lumayan besar bukan?
Setidaknya bukan lagi motor bebek yang bisa Anda beli tapi sebuah Honda Tiger keluaran terbaru untuk sang istri tercinta. Ok juga kok rasanya. Suami naik bebek istri naik tiger...kwa kak kak kak

Kalau begitu bukankah lebih baik rasio itu kita perbesar terus karena dengan demikian jarak SL semakin besar sehingga setidaknya analisa akan semakin mudah dan tentu saja profit juga semakin besar? Tunggu dulu kawan. Ingat kita sudah pernah membahas perkara maximum drawdown dalam kelas Money Management? Nah andaikata 10 kali loss berturut-turut sebesar 300 points tersebut terjadi dalam trading Anda dan barulah pada trading ke 11 profit Anda tercapai apakah modal kita mencukupi? Nah disinilah titik temu diantara keduanya. Semakin besar modal Anda tentu saja titik SL dan TP juga dapat di perbesar. Namun untuk rasio SL:TP = 30 : 60 dan persentase profit:loss tiap bulan tetap sama 50% : 50 % rasanya modal $1000 sudah mencukupi.


Menentukan Tipe Trading Anda

Bahasan kali ini adalah untuk menentukan bagaimana tipe Anda bertrading. Apakah seorang scalper atau seorang day trader atau seorang swing trader? Ini akan berkaitan erat dengan grafik forex yang Anda gunakan terutama perihal time frame.

Katakanlah Anda telah menentukan tujuan trading Anda yaitu sebesar 180 points sebulannya (kembali pada target motor bebek diatas,
Yang Mau Honda Tiger silakan cari sendiri bagaimana caranya) maka Anda harus menentukan bagaimana pola trading Anda kelak. Perihal apa itu swing, day trader, dan scalper akan kita bahas selanjutnya

Jika Anda seorang Swing yang belum tentu satu hari membuka posisi maka tentu saja target yang dibuat tidak bisa di break per hari. Adalah lebih bijak untuk mem-breaknya per minggu atau bahkan per bulan. Dengan perbulan maka target profit bersih Anda menjadi 180 points. Untuk day trader apa lagi scalper rasanya dapat Anda mem-break-nya menjadi perhari seperti tabel sebelumnya diatas.

Nah apa yang diingin dibahas dalam tipe trading dan hubungannya dengan trading system Anda adalah perkara grafik yang akan Anda gunakan dalam analisa teknikal kelak.

Biasanya seorang trader menggunakan 2 buah time frame dalam grafik forexnya. Grafik pertama adalah untuk menentukan trend yang sedang terjadi (trend confirmator) dan biasanya grafik ini menggunakan time frame yang lumayan besar. Sedangkan grafik kedua adalah grafik untuk melakukan entry (entry confirmator) pada market sehingga digunakan time frame yang lebih kecil. Tentu saja definisi besar kecil dalam time frame disini berbeda-beda bergantung dengan tipe trading Anda.
Jika Anda seorang Swing Trader maka Anda tidak dapat menggunakan grafik time frame per 15 menit atau 30 menit. Untuk menganalisa trend biasanya seorang swing trader menggunaka time frame 1D alias harian. Ini artinya satu candlestick mewakili pergerakan harga selama 1 hari. Kita sudah membahas apa itu time frame pada saat kita mempelajari candlestick jauh sebelumnya.

Untuk melakukan entry pada market biasanya seorang Swinger menggunakan time frame 1 jam dalam grafik forexnya. Pergerakan dibawah 1 jam digolongkan bagi “whipsaw” bagi mereka. Whipsaw sendiri merupakan istilah di para trader forex yang kurang lebih merupakan pergerakan mata uang yang hanya menipu atau bukan menunjukkan trend sebenarnya.
Perlu diketahui berapa pun time frame yang Anda gunakan, whip saw selalu ada. Besarnya saja yang bisa berbeda-beda dari tiap-tiap time frame. Namun demikian semakin kecil time frame yang Anda gunakan, semakin banyak whipsaw yang muncul dalam grafik forex Anda. So, watch out!

Bagi seorang scalper bisa jadi whipsaw pada day trader adalah major trend bagi mereka. Profit sebesar 30 points sangat berarti bagi mereka sedangkan bagi seorang swing trader 30 points hanyalah sebuah whipsaw dan tidak berarti.

Lalu bagaimana dengan day trader?
Nah day trader biasanya menggunakan time frame 4h untuk menentukan major trend mereka. Untuk eksekusi mereka terbiasa menggunakan grafik 15M atau 30M ( M = minutes ). Dengan demikian mereka akan mengambil profit tidak sebanyak seorang swinger namun karena menggunakan time frame yang lebih kecil maka kesempatan untuk membuka posisi jauh lebih banyak dan profit pun jadi lebih sering.

Selanjutnya, terakhir seorang scalper. Pada umumnya seorang scalper menggunakan time frame 4h atau 1h untuk menentukan major trend mereka. Untuk eksekusi atau penentu entry, mereka biasa menggunakan time frame 10 atau 5 menit.

Nah, sesuaikan dengan pola trading Anda.

MASIH BINGUNG...SAMA donk !!

Yang jelas besaran diatas bukanlah sesuatu yang mutlak untuk Anda ikuti. Jika Anda merasa menjadi seorang day trader juga bisa menggunakan time frame 1D untuk menentukan trend yang sedang terjadi ya sah-sah saja. Asal tentunya jangan menggunakan time frame 1W alias satu minggu.


Untuk mempermudah bahasan kita didepannya baiklah kita mengandaikan kita adalah seorang day trader yang mengincar motor bebek seharga 12 Juta dalam jangka waktu 8 bulan kedepan seperti telah dijelaskan diatas. Nah untuk itu kita akan menggunakan grafik 4h dan 15M untuk trading kita sehari-hari. Selanjutnya adalah kita harus menentukan indikator teknikal dan fundamental kita guna membuat mesin uang kita sendiri!

Step 2. Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental

Ok, bicara kembali pada trading system, tentunya Anda harus mengetahui bagaimana melakukan analisa dan memperoleh profit dari sana. Setidaknya Anda memerlukan indikator teknikal dan fundamental untuk memprediksi 2 hal berikut:
  1. Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat
  2. Saat yang tepat untuk melakukan entry

Untuk dapat mengetahui 2 hal diatas, tentu saja analisa teknikal dan fundamental berperan disini. Yang pertama kali perlu Anda tentukan adalah indikator teknikal Anda. Sementara untuk fundamental pilihannya tidak banyak dan cukup ditambahkan belakangan pada sistem trading kita.

Ok mari kita mulai. Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading system Anda kelak. Pertama untuk dapat mengetahui trend yang terjadi, kita harus menggunakan time frame yang lebih besar dan indikator tertentu untuk dapat mengukurnya. Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif apabila kita menggunakannya sebagai penentu untuk entry. Bahkan bila kita menggunakan time frame yang lebih kecil, kita dapat terjebak oleh whipsaw dari pergerakan harga dikemudian hari.


Ok sekarang masalah berita fundamental. Ada beberapa pilihan ketika Anda menghadapi berita fundamental.

  1. Membuka posisi sebelum berita fundamental terjadi .
  2. Membuka posisi ketika berita fundamental terjadi
  3. Membuka posisi setelah berita fundamental terjadi untuk mengambil harga koreksi.
  4. Tidak membuka posisi sama sekali ketika mendekati berita fundamental atau beberapa saat setelah berita fundamental terjadi.

Untuk saat ini baiklah kita mengambil pilihan no 4 saja. Artinya sebisa mungkin kita akan menghindari berita fundamental dan tidak membuka posisi beberapa saat sebelum dan setelah berita fundamental terjadi. Ini untuk memudahkan kita dikarenakan ketika berita fundamental muncul biasanya harga digerakkan oleh emosi pasar sementara dan cenderung tidak dapat diprediksi secara teknikal.

Hoplaa, cukup melelahkan untuk menyusunnya. Langkah berikutnya tidak sesulit langkah kedua ini. Ada beberapa sentuhan akhir yang akan kita ambil setelah ini.

Step 3. Menentukan Besaran Limit dan Stop Loss

Ok, ini tidak sulit. Hanya ada beberapa trik sederhana yang akan kita gunakan disini. Yang pertama adalah masalah Limit. Dikarenakan kita mengincar sebanyak 180 points sebulannya maka setidaknya target profit per trade haruslah sebesar 9 points (asumsi satu hari satu kali trading). Namun rasanya 9 points tidak terlalu terasa dan belum lagi kita harus mempertimbangkan kondisi sepinya market, hari libur, atau risk to reward ratio.

Namun Saya memiliki ide yang lebih baik untuk menentukan kapan kita harus melakukan profit taking. Profit taking pada Open Buy hanya akan kita lakukan bila XMA pada 1H menunjukkan trend turun atau William’s %R pada 1H berada di area -100 hingga -50.

Untuk Stop Loss rasanya 30 points cukuplah. Kita tidak bisa menggunakan Stop Loss yang terlalu kecil dikarenakan bagaimana pun harga membutuhkan rentang yang cukup untuk melakukan pergerakan. Tidak boleh terlalu kecil sehingga menghalangi rentang gerak harga namun juga tidak boleh terlalu besar sehngga membuat rugi kita terasa lumayan “menyakitkan.”

Jika Anda tidak menyenangi skema profit taking yang variabel demikian, Anda dapat menggantinya dengan 60 points sehingga dengan demikian risk to reward ratio Anda menjadi 1:2. Oh ya, Anda dapat saja menggeser Stop Loss Anda ketika profit sudah diperoleh. Misalnya andaikata dengan menggunakan sistem diatas kita sudah memperoleh profit sebesar 30 points karena open Buy GBPUSD di 1.9850. Kini harga telah di 1.9880. Anda dapat menggeser Stop Loss Anda di titik 1.9850 dari awalnya di 1.9820 guna menjaga kemungkinan harga berbalik arah. Dengan demikian jikalau SL Anda tersentuh sekalipun tidak ada loss yang terjadi.

Step 4. Lakukan Back test.

Ok mari kita lihat sistem yang telah kita buat ini pada beberapa grafik candlestick yang ada. Anda juga dapat melakukan back test lainnya untuk memastikan bahwa sistem yang baru saja kita buat bersama ini berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi harga. Back test (dan juga forward test) memerlukan waktu dan tidak mudah. Dibutuhkan kesetiaan dalam melakukannya. Kami harapkan ini menjadi PR yang Anda lakukan untuk menguji sistem trading yang baru saja kita lahirkan bersama.

Adalah baik untuk melakukan back test dan forward test pada sistem trading Anda dalam jangka waktu yang cukup. Anda dipersilakan mencoba forward test pada platform Gain Capital selama 2 bulan untuk mengetahui bahwa sistem yang Anda bangun cukup akurat dan konsisten.

Step 5. Lakukan dan Taati Trading System Anda

Ok kita sudah membuat sebuah trading system. Tidak jelek untuk seorang pemula forex. Dan Anda mungkin sudah mencobanya beberapa kali dalam demo account Anda. Cukup menjanjikan sepertinya bukan?

Langkah terakhir ketika Anda mengetahui bahwa trading system yang telah Anda buat menguntungkan adalah menjalankannya dengan disiplin. Memang rasanya terdengar bodoh jika kita tidak menjalankan dengan baik sebuah sistem yang mampu memberikan kita profit secara konsisten setiap bulannya. Namun kenyataannya adalah demikian. Ada lebih banyak kesulitan untuk menjalankan sebuah trading system dengan disiplin dibandingkan membuatnya. Itu benar adanya.

Penyebab utamanya adalah persoalan psikologi. Kadang seorang pemula tidak cukup sabar untuk menentukan secara obyektif bahwa harga benar-benar sedang dalam trend turun atau sebaliknya. Kesabaran dapat mencegah Anda melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

O ya sebelum kita melanjutkan ke kelas berikutnya, Anda selalu dapat membuat trading system bagi diri Anda sendiri kapan pun Anda mau. Apa yang dicontohkan diatas bukanlah sebuah jaminan profit atau juga formula eksak. Diluar sana ada begitu banyak trader yang menciptakan berbagai formula rahasia bagi trading mereka. Anda pun dapat membuatnya sendiri! Atau Anda dapat mengubah contoh diatas untuk dikemudian hari membuat sebuah trading system yang lebih baik dibandingkan artikel kita kali ini. Kalau lebih baik boleh-boleh saja Anda mengirimkannya kepada kami. Siapa tahu dapat menggantikan artikel ini.
Sumber belajar forex
Disini Selengkapnya..

First Touch With FOREX



APA
anda orang baru dalam dunia Forex...??

Mungkin Anda mengenalnya dari teman sekantor, atau dari buku yang Anda beli di toko buku, atau lewat iklan-iklan di internet. Forex trading memang sedang mulai dikenal di kalangan masyarakt luas sejak munculnya cara trading online.

Setelah membaca atau mencari tahu sedikit mengenai forex, mungkin Anda mengetahui seberapa besar potensi keuntungan dalam pasar forex trading. Hmm… cukup besar dalam benak Anda. Cukup besar untuk memenuhi semua impian Anda dan rasanya sepadan untuk ditekuni.

Well, tidak ada yang salah dengan semua pengetahuan itu. Begitu juga dengan mimpi-mimpi indah Anda. Semua orang berhak memiliki mimpi untuk hidup mapan dan menjadi mandiri secara finansial.

Tetapi itu hanyalah sepenggalan hal yang manis dalam dunia forex. Sebuah tujuan akhir yang ideal. Dan mungkin jikalau ditanyakan lebih lanjut apakah forex trading itu, mungkin Anda akan kebingungan.

  • “Apa forex itu sama dengan money changer?”
  • “Atau sebuah perdagangan seperti saham?”
  • ”Dari mana keuntungan yang bisa Saya peroleh?
  • “Apa itu legal?”
  • “Bisa rugi”
  • “Atau apa?”

Saya tahu Anda memiliki banyak pertanyaan. Semua pertanyaan tersebut akan Kami jawab di sini

Nah, kalau begitu mari kita mulai saja perkenalan pertama kita dengan forex trading.

Untuk mempermudah pengenalan Anda dengan forex, Saya akan menganalogikan forex trading dengan money changer atau saham. Hal ini dikarenakan sebagian besar mengetahui apa itu money changer atau juga perdagangan saham (jika Anda tidak mengetahuinya, pergilah ke sebuah money changer dan tanyakan petugas disana Cool).

Jika ada yang menanyakan pada Saya apa itu forex trading maka jawabannya bisa jadi sangat bervariasi. Tapi Saya menyukai definisi sederhana ini :
forex trading adalah instrumen investasi berupa perdagangan valuta asing yang berpasang-pasangan. Forex sendiri memiliki beberapa nama lain seperti Fx, margin trading, atau bahkan perdagangan valas. Itu semua kurang lebih mengacu pada forex trading.

Keuntungan dalam berinvestasi forex (forex merupakan singkatan dari FOReign Exchange) diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual dari mata uang yang kita transaksikan.

Contoh sederhananya :

Pada bulan lalu Amir membeli US Dollar sebanyak $1000 dengan kurs beli Rp.8500,- Lalu bulan ini nilai tukar USD menguat menjadi Rp 9500,- per Dollarnya. Maka apabila Amir menjual Dollarnya pada bulan ini maka dia memperoleh keuntungan sebesar (9500 – 8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah bukan?

Lho, kalau begitu forex sama persis dengan waktu kita menukar uang di money changer dong? Ya memang mirip. Makanya dari awal tadi Saya analogikan forex dengan perdagangan di money changer. Mirip itu bukan sama. Jadi ada perbedaannya. Diantaranya metode perdagangannya yang dilakukan dengan bentuk margin trading dan tidak ada penyerahan barang secara fisik.

Forex trading diperdagangkan dalam pasangan-pasangan mata uang yang biasa disebut pairs.

Contohnya :

USD/JPY yang artinya pasangan nilai tukar antara US Dollar dan Yen Jepang. O ya, sebelum Saya lupa, akan ada beberapa istilah atau singkatan yang akan kita temui di dunia forex. kita harus mengetahuinya, tapi jangan khawatir, Saya sudah menyiapkan kamus istilah di page lainnya.

Diantara instrumen investasi di lantai bursa, forex trading adalah

instrumen yang paling besar kapitalnya. Besar volume perdagangannya sekitar US$ 2 triliun ( ingat, dalam Dollar AS) Itu sekitar 46 kali lebih besar dibanding pasar bursa komoditi berjangka (spt karet, kopi, emas, dll) lainnya. Atau ribuan kali lebih besar dari total transaksi di Bursa Efek Jakarta!! Dengan kapitalisasi sebesar itu, maka forex trading dikenal sebagai pasar paling likuid dan terbesar di dunia.

Hanya 5% dari dana diatas yang merupakan dana pemerintah yang sifatnya rutin. 95% lainnya milik para investor bebas dari berbagai dunia. Benar-benar pasar terbesar dan sangat majemuk. Kelebihan lainnya adalah forex trading adalah instrumen investasi yang aktif 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Dimulai dari pasar Eropa, Amerika, Asia dan Australia. Jadi tidak seperti Bursa Efek Jakarta yang hanya dapat bertransaksi di siang hari, pada forex trading (khususnya pada online forex trading) kita dapat bertransaksi kapan saja dan dimana saja.

Tidak semua mata uang dapat diperdagangkan disini.

Hanya beberapa mata uang negara maju yang biasa dipergunakan yaitu :

USD (US Dollar),
JPY (Yen Jepang),
GBP (Poundsterling Inggris),
EUR (Euro),
CHF (Swiss Franc), dan
AUD (Australian Dollar).

Jadi apabila kita berinvestasi di pasar forex trading, maka kita tidak akan menemukan pairs berupa IDR (Indonesian Rupiah) dengan USD. Yang ada adalah pasangan-pasangan mata uang yang Saya sebutkan sebelumnya EUR/USD, USD/JPY, CHF/USD dsb. Ingat definisi awal kita,
forex trading adalah perdagangan mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.

Ini salah satu perbedaannya dengan money changer pada umumnya. Kalau Anda pergi ke money changer dan menukar Rupiah Anda dengan Dollar, maka itu artinya Anda melakukan transaksi dengan pasangan IDR/USD alias Indonesian Rupiah dengan US Dollar.

Ini tidak pernah terjadi dalam perdagangan forex. Secara tradisi, mata uang yang diperdagangkan hanyalah mata uang negara yang secara fundamental telah maju dengan volume ekspor impor yang besar serta stabil.

Ciri berikutnya dalam forex trading adalah dia tidak pernah diperdagangkan secara fisik. Yup, tidak pernah. Berbeda jika Anda harus pergi ke money changer dan menukar Dollar Anda, maka Anda diwajibkan membawanya dalam saku Anda secara fisik.

Nah, di forex, jual beli tidak dilakukan secara fisik. Yang tercatat hanyalah bukti transaksi saja serta kapan Anda melakukan transaksi. Zaman dahulu kala (seperti dongeng saja jadinya J ) semua transaksi forex ditulis dalam bentuk surat beharga. Lalu setelah pemakaian telepon meluas, bukti transaksi diperkecil hanya menjadi tulisan singkat saja yang biasa disebut quotes. Dari sinilah lahir istilah Dealing Quotes (DQ).

Nah, sekarang perdagangan forex tidak lagi dilakukan melalui telepon. Sudah mulai ketinggalan zaman. Sekarang zamannya online. Maka semua cara transaksi dan bukti-bukti transaksi pun dilakukan secara online. Anda cukup mengisi user id dan password yang diberikan oleh penyedia platform (dalam hal ini disebut pialang atau broker) lalu, klik… dan muncullah semua detail transaksi Anda.

Ini sangat mempermudah semua orang dalam bertransaksi forex karena dengan demikian siapa pun dapat melakukan transaksi dan lebih lagi, transaksi tersebut tidak lagi dibatasi oleh tempat dan waktu. Berhubung ditangani oleh sistem dan bukan lagi melalui telepon yang notabene harus dipegang oleh manusia (dealer) maka investor dapat berinvestasi forex kapan saja dia mau selama 24 jam sehari dengan berbagai kemudahan.

Bahkan Saya mengenal beberapa ibu rumah tangga yang bermain forex trading melalui rumahnya. Bermodalkan internet pada komputer rumah atau laptop mereka, maka dimulailah aksi mereka menganalisa pergerakan hara. Ibu-ibu lho… Jadi kalau Anda dan Saya yang sudah bekerja dan menjadi pegawai kantoran tidak mengenal forex, malu dong ah sama ibu-ibu modern ini, he..he he..

Ok, ini bahasan terakhir mengenai First Touch With Forex Trading kita. Salah satu bagian yang paling menonjol dalam dunia forex adalah model perdagangannya yang dilakukan dengan sistem margin trading. Margin trading adalah sebuah sistem perdagangan dengan hanya menggunakan jaminan saja dalam bertrading (margin = jaminan).

Ini berbeda dengan sistem perdagangan dengan metode spot yang biasa kita lakukan sehari-hari. Maksudnya Spot adalah perdagangan dengan sistem satu tukar satu.

Semakin bingung ???

Ok kalau begitu mari kita lihat sebuah gambaran yang nyata dalam dunia pertukaran valuta asing sehari-hari. Kembali Saya padankan perdagangan valuta asing melalui money changer dengan forex trading. Lagi-lagi money changer… Kasihan sekali sepertinya money changer ini. Semoga pembaca sekalian tidak ada yang membuka usaha dalam dunia money changer. Kalau tidak bisa kena complain Saya. Menjelek-jelekkan bisnis orang

Mari Saya berikan gambaran sederhana namun riil.
Saya ambil contoh pasangan (pair) mata uang GBPUSD. Ini artinya mata uang Poundsterling Inggris yang dipadankan dengan US Dollar.

Pada saat artikel ini dibuat, nilai tukar GBPUSD adalah sebesar 1.9650. Itu artinya 1 Pound Inggris sama besarnya dengan US$ 1.9650. Biasanya pergerakan mata uang ini kurang lebih mengalami pergerakan sebesar 100 points per harinya. Jadi, esok hari katakanlah nilai tukar GBPUSD menjadi 1.9750.
Tahukah Anda berapa besarnya keuntungan apabila Anda bertrading dengan dan tanpa margin trading?

Nah mari kita bahas satu per satu. Yang pertama tanpa menggunakan sistem margin trading atau Spot trading.

Karena kita tahu harga akan bergerak naik, maka untuk memperoleh keuntungan adalah dengan melakukan aksi beli. Beli murah dan jual mahal.

Contoh Perdagangan Spot

Katakanlah dana yang Anda membeli sebanyak 100 pound untuk memperoleh keuntungan. Maka besarnya profit adalah (1.9750 – 1.9650) x 100 pound = 0.01 x 100 = 1 Poundsterling. Ehmm… kok kecil ya? Ya memang kecil, wong gerak mata uang memang tidak besar-besar amat per harinya.
Kalau mau untung besar ya jangan dengan modal Cuma 100 Pound. Bagaimana kalau 10.000 Pound. Nah berarti kan untung kita bisa 100 Poundsterling dengan pergerakan yang sama seperti contoh sebelumnya.

Nah, ini baru terasa. Untung 100 Poundsterling, atau kalau diRupiahkan ya sekitar Rp 1.500.000 (1 Pound = Rp 15.000).

Lha iya, untungnya memang besar, Rp 1.5 Juta. Tapi modalnya itu lho, 10.000 Pound! Kurang lebih ya Rp 150 Juta untuk mendapatkan keuntungan Rp 1.5 Juta. Satu hari cuma untung 1%! Yang benar saja. Lebih baik Saya gunakan uang Saya untuk membeli rumah idaman atau setidaknya sebuah mobil dari pada main valuta asing model begini!

Ha..ha..ha… Ya itulah perdagangan dengan model Spot. Ini namanya perdagangan dengan sistem satu tukar satu. Artinya untuk memperoleh sebanyak 10.000 Pound Anda diwajibkan mengeluarkan uang yang sama banyaknya juga. Tidak efektif jika dipandang dari sisi permodalan dan keuntungan yang diperoleh. Itu sebabnya Anda jarang menemukan mereka yang berinvestasi valuta asing dengan melakukan perdagangan spot kecuali melibatkan dana yang sangat besar.

Selain memang perhitungannya profit secara perseng tidak mengena, dilihat dari sisi permodalan pun membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Contoh Perhitungan Margin Trading

Nah, margin trading menghilangkan permasalahan ini dengan menggunakan model jaminan. Kasus yang sama dan memang jalan keluarnya kurang lebih sama. Dibutuhkan 10.000 pound jika Anda menginginkan keuntungan dalam jumlah yang cukup.

Tapi sampai disana saja, dengan margin trading, Anda tidak perlu mengeluarkan 10.000 Pound untuk membeli 10.000 pound. Maksudnya, Anda hanya cukup mengeluarkan jaminannya saja. Berapa besarnya? Dahulu kala dibutuhkan jaminan sebesar 10% untuk mendapatkan keseluruhan bagian. Maksudnya jika Anda hendak membeli sebanyak 10.000 Pound, Anda cukup mengeluarkan 1000 Pound saja. Ya setidaknya sudah berkurang jauh dibandingkan yang semula.

Tetapi tetap saja besar. 1000 Pound artinya adalah Rp 15 Juta.

Akhirnya besar jaminan ini kembali diturunkan menjadi 5%. Dan terakhir setelah permintaan sana-sini, kini kebanyakan perusahaan penyedia perdagangan forex memberikan jaminan yang cukup kecil untuk dapat melakukan aksi beli atau jual. Cuma 1% atau kadang disebutkan 1:100 (rasio ini disebut leverage / daya ungkit)!

Itu artinya bila Anda hendak membeli sebanyak 10.000 Pound, Anda cukup mengeluarkan sebanyak 100 Pound saja atau kurang lebih Rp 1.5 Juta. Jauh lebih murah bukan?

Keuntungan yang diperoleh pun besarnya tetap: 100 Pound atau Rp 1.5 Juta. Wow, dengan modal Rp 1.5 Juta kita bisa mendapatkan keuntungan Rp 1.5 Juta dalam waktu sehari. Itu artinya keuntungan mencapai 100% dalam waktu 1 hari! Benar-benar luar biasa.

Nah itulah kelebihan margin trading. Sesuatu yang mustahil dilakukan oleh pedagangan konvensional.

Tapi tunggu… Apa pialang tidak rugi menyerahkan kepada kita 10.000 Pound sementara kita hanya cukup mengeluarkan Rp 1.5 Juta?

Tidak sama sekali. Ingat bahasan diatas, perdagangan forex tidak dilakukan secara fisik. Artinya Pialang tidak perlu menyerahkan uang sebanyak 10.000 Pound kepada pembeli karena semua transaksi tersebut tidak dilakukan secara fisik. So, margin trading solved the unbalance profit loss percentage.

Ok. Margin trading menjadi dewa penolong dalam sesi kita kali ini. Nanti kita akan pelajari bersama bahwa ternyata margin trading sebenarnya merupakan bilah pedang bermata dua yang sama tajamnya. Logikanya kalau margin trading dapat memperbesar keuntungan Anda, maka margin trading juga dapat memperbesar kerugian Anda. Kita lihat nanti sajalah.

sumber belajar forex
Disini Selengkapnya..


TRADING DENGAN TIME FRAME


Kalau diperhatikan baik-baik maka Anda akan menemukan bahwa pada berbagai grafik yang ditampilkan digunakan berbagai time frame yang berbeda. Kadang digunakan timeframe D1 (daily) atau kadang digunakan H1 (1 jam). Apakah maksudnya? Nah dalam trading, seringkali Kita tidak hanya cukup menggunakan satu grafik saja untuk satu mata pasangan mata uang yang dimana Kita bertrading. Adalah bijaksana melakukan trading dengan multiple time frame.

Penggunaan time frame yang beragam akan membantu Kita untuk menentukan 2 hal yaitu:

* Trend global jangka panjang yang sedang terjadi

* Waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi Buy/ Sell


Kedua hal diatas merupakan bagian krusial dalam bertrading. Bayangkan jika Anda tidak mengetahui trend jangka panjang yang sedang terjadi. Dan karena grafik 1 jam atau 15 menit Anda menunjukkan trend sedang mengarah ke downtrend lalu Kita membuka posisi sell. Sementara padahal trend dalam jangka panjang menunjukkan harga sedang mengalami kenaikan. Nah apakah yang akan terjadi?

Dalam jangka waktu singkat (beberapa jam kedepan) apabila analisa teknikal Anda cukup valid mungkin posisi Anda akan profit namun tidak jika Anda menahan posisi Anda hingga berhari-hari misalnya. Dikarenakan dalam trend harian harga menunjukkan arah naik maka secara perlahan posisi profit Anda akan segera berubah menjadi minus. Celakanya lagi apabila Anda tidak menggunakan Stop Loss maka besar kemungkinan Margin Call akan terjadi. Sampai disini kerepotan besar akan segera datang termasuk efek-efek sosial yang timbul karena Anda mengalami loss.

Nah disinilah pentingnya Kita menggunakan multiple time frame dalam bertrading. Kebanyakan trader menggunakan time frame yang lebih besar untuk menentukan trend jangka panjang seperti 4h (4 jam) atau D1 (harian). Sedangkan untuk menentukan pengambilan posisi maka Anda memerlukan time frame yang lebih pendek bisa 15M (15 minutes) atau juga H1 (1 jam). Nah perkara mana yang digunakan, semuanya bergantung dengan cara trading Anda. Setiap orang memiliki siklus trading yang berbeda-beda. Ada yang membuka posisi dan setelah berhari-hari bahkan bisa sampai sebulan baru posisinya ditutup (ini dinamakan swing trader) atau ada juga yang hanya dalam hitungan jam posisinya sudah dibuka dan ditutup berkali-kali. Mari Kita pelajari satu persatu.

Swing Trader, Day Trader and Scalper

Seperti telah diterangkan diatas bahwa setiap orang memiliki siklus tradingnya sendiri-sendiri. Beberapa orang dikarenakan keterbatasaan waktunya tidak dapat melihat harga setiap saat (seperi Saya…) sehingga memilih untuk bersikap lebih pasif seperti layaknya kebijakan seoarang Warren Buffet.

Ada juga beberapa orang yang memiliki waktu dan akses yang cukup sehingga memungkinkannya untuk memantau pergerakan harga dan mencoba mengambil profit semaksimal mungkin dalam dunia forex. Dengan demikian dia mencoba tradingnya dengan membuka posisi harian.

Swing Trader
merupakan mereka yang memutuskan trading dengan cara yang pertama. Para Swing trader cenderung untuk menahan posisinya hingga berhar-hari hingga berbulan-bulan. Bahkan ada yang menahan posisinya hingga satu tahun! Trader dengan pola seperti ini cenderung untuk menunggu sampai harga berada pada posisi terbaiknya baru kemudian membidik dengan membuka sejumlah lot dan menempatkan target profit cukup besar. Biasanya mereka membuka posisi hanya pada kondisi yang sangat ekstrim dimana harga sudah sangat tinggi atau harga sudah sangat rendah menurut history pergerakan dalam beberapa minggu terakhir. Dikarenakan kondisi demikian tidak terlalu sering terjadi maka sekali mereka mendapatkan kesempatan tersebut maka target yang dikejar pun sangat besar dan juga diimbangi dengan dana yang cukup untuk menahan pergerakan harga karena biasanya mereka menentukan titik Stop Loss yang juga lumayan besar. Itu sebabnya para Swinger seringkali memulai trading mereka dengan modal lumayan seKitar $3000 untuk sebuah mini trading.

Para Swinger lebih sering menggunakan time frame harian atau 4h untuk menentukan trend jangka panjang mereka. Untuk pengambilan keputusan Buy atau Sell, biasanya mereka cukup menggunakan grafik 1h saja. Maksudnya begini: pada saat mereka hendak mencari saat yang pas untuk membuka posisi maka mereka akan membuka chart 1D atau 4H mereka. Kemudian mereka menentukan trend apakah yang sedang terjadi ketika pada grafik 1D tersebut. Jika trend menunjukkan situasi dengan menuju uptrend maka mereka hanya akan mencari posisi Buy dan tidak akan membuka posisi sell sama sekali.

Selanjutnya mereka akan mencari waktu yang tepat untuk membuka posisi. Caranya adalah dengan menunggu grafik H1 berada pada arah yang sama dengan D1. Artinya jika D1 menunjukkan arah naik maka Swinger akan menunggu waktu dimana H1 juga menunjukkan arah yang naik. Setelah itu posisi Buy pun dilakukan. Ketika mereka masuk maka biasanya mereka akan menentukan berapa target profit mereka. Rata-rata trader dengan tipe seperti ini akan mengejar target profit di atas 100 points sehingga membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mencapainya.

Hal lainnya yang perlu diketahui adalah para Swinger ini bahkan tidak segan-segan melakukan aksi counter trend hanya untuk mengambil pembukaan posisi. Misalnya ketika harga sudah mencapai daerah jenuhnya (katakanlah Overbought) maka mereka tidak takut untuk mengambil posisi Sell meskipun trend kenaikan belum berakhir. Anggapan mereka adalah demi menghemat waktu dikarenakan mereka kebanyakan tidak menyukai memantau grafik mereka terus-terusan. Itu sebabnya mereka memiliki modal yang cukup besar untuk menahan pergerakan harga demikian dengan asumsi bahwa tidak lama lagi harga akan bergerak turun meskipun pada saat ini masih sedang dalam trend naik.

Kelebihan dari bertrading dengan model seperti ini adalah pertama ada pada analisa yang relatif lebih mudah. Perlu diketahui bahwa semakin besar time frame yang Kita gunakan maka akan semakin mudah bagi Kita untuk memprediksi pergerakan harga. Sebaliknya semakin kecil time frame yang digunakan maka akan semakin sulit bagi Kita untuk memprediksi pergerakan dengan benar. Hal ini dikarenakan dengan time frame yang lebih kecil grafik seringkali lebih bergerigi (whipsaw) sehingga sulit membaca trend utamanya.

Kemudahan lainnya adalah pada sisi tekanan psikologis. Dikarenakan para Swinger menggunakan time frame yang lumayan besar maka biasanya mereka tidak perlu memantau pergerakan grafik setiap jam atau setiap menit. Cukup hanya sekali dalam satu hari pun tidak masalah. Akibatnya mereka akan lebih nyaman secara psikologis dan terhindar dari tekanan pasar di setiap pergerakannya. Well happier life, isn’t it? Dan dengan alasan yang sama mereka pun biasanya dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka selain trading dengan baik.

Kekurangannya? Tentu saja ada! Kekurangan yang paling mendasar dalam bertrading dengan pola Swing seperti ini adalah di permasalahan modal. Anda tidak dapat melakukan Swing trading hanya dengan modal $500! Dikarenakan Stop Loss yang dikenakan cukup panjang maka biasanya mereka membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk bertrading. Paling tidak $2000. Itu pun sudah sangat minimal sekali. Belum lagi jika mereka bermain tidak cukup hanya dengan 1 lot saja untuk satu kali pembukaan posisi, maka modal yang disertakan bisa mencapai beberapa kali lipat mulai $4000 bahkan hingga puluhan ribu Dollar.
Persoalan kedua dalam swing trading adalah ada pada kesempatan yang diperoleh. Seringkali para Swinger ini tidak dapat membuka posisi sementara trader tipe lain seperti Day Trader atau Scalper dapat menangguk keuntungan pada pergerakan yang ada. Penyebabnya adalah kesempatan bagi para Swinger jauh lebih sedikit dibanding para trader tipe lain. Itu disebabkan mereka harus menunggu harga berada pada kedua titik ekstrim untuk membuka posisi. Ketika harga sedang bermain di garis mediannya (garis tengah) maka mereka tidak dapat melakukan apa pun selain menunggu. Pekerjaan yang membosankan!

Day Trader
merupakan trader dengan model harian. Biasanya trader tipe ini akan membuka posisinya dan menutup dihari yang sama. Paling lama hanya dalam kisaran beberapa hari dan sangat jarang melewati minggu yang berjalan. Maksudnya sebisa mungkin mereka akan menutup posisi mereka sebelum awal minggu berikutnya dimulai. Jadi jika mereka membuka posisi hari Kamis maka sebelum Sabtu pagi mereka akan menutup posisi mereka karena mereka tidak menyukai menunggu hingga hari senin dimana pola dan trend baru sedang terjadi.

Nah para Day Trader ini biasanya menggunakan time frame 4H atau 1H sebagai penentu long term trendnya. Sedangkan untuk eksekusi harian mereka lebih suka menggunakan time frame 15M.

Dikarenakan time frame dan waktu trading yang singkat, target profit mereka pun tidaklah terlalu besar. Hanya ada dalam kisaran dibawah 100 points. Kebanyakan adalah seKitar 30-50 points. Namun justru dikarenakan target profit mereka tidak terlalu besar maka mereka dapat melakukan pembukaan posisi beberapa kali dalam satu harinya. Bahkan Saya pernah bertemu dengan seorang day trader yang bertrading hingga 13 lot dalam satu hari padahal deposit awal yang dia masukkan hanya sebesar $500!! Ini tergolong day trader yang sangat aktif.

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika seseorang melakukan day trader. Hal terutama adalah pada deposit awal yang dilakukan. Seorang day trader dapat memulai hanya dengan modal $1000 saja. Bahkan beberapa yang sudah mahir bertrading mampu mengembangkan dananya hingga ratusan persen dalam beberapa bulan padahal mereka memulai hanya dari sebesar $500 saja. Meskipun demikian memang tidak disarankan memulai trading hanya dengan modal $500 dikarenakan besarnya resiko yang mungkin terjadi jikalau Anda adalah seorang pemula. Bagaimana pun modal tidak bisa dibohongi. Apakah kalian setuju dengan Pak Guru anak-anak?

Manfaat lain ketika Anda melakukan trading dengan pola day trader adalah pada banyaknya kesempatan yang bisa diambil. Dikarenakan target profit yang dikejar tidak lebih dari 100 points, kesempatan ini dapat timbul hampir setiap hari diberbagai jenis pasangan mata uang utama. Jikalau Anda cukup pAndai, entahkah harga sedang berada dalam gelombang naik atau turun, seorang day trader mampu mendapatkan profit dari sana. Para day trader tidak terlalu memusingkan akan trend jangka panjang seperti seorang Swinger. Hal ini disebabkan bagi mereka trading adalah hari ini. Dengan melihat pergerakan hari ini maka itulah kondisi market yang bisa diambil. Itu sebabnya mereka menggunakan time frame yang relatif lebih pendek seperti 15M atau 10M.

Kekurangan dalam trading dengan pola seperti ini tentu saja ada. Jika pada seorang Swinger kelebihannya ada pada mudahnya pengontrolan posisi dah harga, hal ini justru menjadi kendala seorang day trader. Seorang day trader harus cukup kuat memantau pergerakan harga beberapa kali setiap harinya. Jikalau tidak demikian mereka dapat kehilangan kesempatan mereka dalam pembukaan posisi. Hal in berimbas pada besarnya kemungkinan seorang day trader mengalami tekanan psikologis yang diakibatkan perubahan harga dari detik ke detik. Anda yang sudah pernah membuka real account atau sedang menjalankan real account tahu maksud Saya. Pada real account, titik psikologis memegang peranan yang sangat penting jauh melebihi tekanan mana pun.

Kekurangan lainnya adalah pada kelebihan seorang day trader yaitu derajat keaktifannya. Semakin aktif seseorang membuka posisi maka resiko yang ditempuh juga akan semakin besar. Jadi alih-alih mendapatkan profit, seorang day trader yang tidak mahir membaca grafik acapkali mengalami loss dalam jumlah cukup besar dalam waktu yang singkat.

Scalper
Scalping berasal dari bahasa Inggris (scalp) yang artinya adalah kutu loncat. Nah trading dengan tipe scalping memang kurang lebih menganut paham ini. Tanpa bermaksud merendahkan para Scalper dunia, mereka seringkali memanfaatkan situasi pergerakan harga yang sangat kecil dan tiada artinya bagi seorang Swinger. Bagi mereka, keuntungan 10-15 points sehari adalah sudah cukup yang penting adalah stablitasnya.

Maksudnya begini: Dengan mengambil keuntungan sekecil itu, para Scalper berpandangan bahwa hal tersebut jauh lebih mudah dibandingkan mengejar keuntungan 100 points dalam satu kali tradenya. Seringkali mereka juga mengambil jumlah lot yang jauh lebih banyak untuk satu kali pembukaan posisi dibandingkan para trader kebanyakan. Andaikata dengan modal $2000 seorang Swinger membuka lot hanya sebanyak 2 lot dalam satu kali transaksi, para Scalper dapat membuka posisi hingga 5 kali lipatnya! Bagaimana jika terjadi margin call? Nah titik margin call itu bagi mereka adalah titik Stop Loss mereka! Namun sebaliknya ketika profit sebesar 10 points mereka peroleh, bayangkan saja 10 x 5 = 50 lot. Sama bukan dengan seorang day trader? Tapi kali ini jauh lebih mudah karena hanya mengincar 10 points saja. Belum lagi dikarenakan hanya mengincar profit 10 points saja, mereka dapat membuka posisi berkali-kali hingga puluhan kali dalam satu hari. Hmm… betapa aktifnya mereka!

Seorang scalper biasanya menggunakan time frame 1H dan 5M dalam trading mereka. 1H berguna untuk menentukan major trend yang sedang terjadi sedangkan 5M digunakan sebagai penentu eksekusi.

O ya, bagi seorang scalper, spread sangat penting peranannya bagi mereka. Para scalper sering kali mencari pialang dengan spread yang sangat kecil. Semakin kecil akan semakin baik dikarenakan bagi mereka selisih 1-2 points saja sangat penting artinya. Itu sebabnya mereka biasa bertrading pada pialang luar seperti GAIN Capital (bukan promosi lho hehehehe).

Kelebihan dari trading dengan model seperti ini adalah mudahnya Kita mendapatkan profit yang Kita kejar. Pergerakan 10 points bahkan dapat dicapai ketika pasar sedang sangat-sangat sepi dan bursa London dan Newyork sedang tutup! Keaktifan Kita membuka posisi juga tentunya jauh lebih besar dibandingkan seorang Day Trader apalagi Swinger. Modal yang disertakan juga tidak perlu besar-besar sekali. $1000 sudah lebih dari cukup. Bahkan $500 pun tidak masalah.

Kekurangannya? Ada. Permasalahan paling utama adalah menentukan titik Stop Loss yang akan diambil. Dengan target profit hanya 10 points maka jika Kita mau yang berimbang maka SL Kita pun harus sama besarnya yaitu 10 points. Tapi masalahnya sama seperti target 10 points dapat tercapai dengan mudah maka batas Stop Loss sebesar 10 points pun tidak kalah mudahnya.

Kalau begitu bagaimana kalau SL Kita tentukan sebesar 30 points? Bukankah jadi lebih mudah mencapai profit sementara SL menjadi jauh lebih longgar? Benar. Namun 3 x Anda profit dalam 1x loss saja semuanya sudah impas.

Nah kalau Scalping tanpa SL bagaimana? Ini juga tidak kalah sulitnya. Memang akan jauh lebih mudah mencapai profit. Tapi coba bayangkan Anda harus menunggu berhari-hari karena posisi Anda terfloating negatif tapi ketika Anda profit Anda hanya mengambil 10 Points saja! Bukankah itu aneh? Resiko yang Kita tanggung adalah sampai tingkat Margin Call dimana nyaris semua dana Kita hilang tetapi keuntungan yang Kita ambil hanya 10 points! Benar-benar tidak masuk akal.

Ok itu adalah berbagai macam metode trading yang digunakan para trader di dunia. Perlu dipahami disini bahwa tidak ada satupun metode trading yang telah disebutkan diatas lebih baik dibandingkan metode lainnya. Setiap metode memiliki orang-orang suksesnya sendiri yang telah mencoba metode tersebut bertahun-tahun. Namun juga ada saja yang merugi karenanya.

Kunci disini adalah menemukan metode trading yang tepat bagi diri Anda sendiri. Coba tanyakan pada diri Anda sendiri berapa banyak waktu dan modal yang Anda miliki? Apakah Anda seorang yang sibuk dalam pekerjaan sehari-hari? Jika ya maka bergabunglah dengan para Swingers. Atau jika Anda senang dengan sebuah petualangan, bergabunglah dengan Scalpers. Tidak ada masalah sama sekali. Sepanjang itu sesuai dengan kepribadian Anda maka itu akan benar-benar berguna.
Yang perlu ditekankan disini adalah penggunaan multiple time frame akan sangat membantu Anda dalam menentukan kondisi yang sedang terjadi di market. Satu kunci sederhana dalam menentukan time frame adalah: time frame yang lebih kecil selalu akan menuruti time frame yang lebih besar. Ini penting untuk Anda pahami. Andaikata Anda menemukan grafik H1 Anda menunjukkan arah turun dan sebaliknya D1 Anda menunjukkan arah naik maka adalah baik untuk menunggu sampai keduanya searah. Atau jikalau Anda pun memaksa untuk membuka posisi maka ikutilah time frame yang lebih besar! Karena dalam hitungan beberapa jam kedepan harga memang akan turun tetapi dalam hitungan hari harga akan terus naik dan naik!

Nah bagaimana? Ini mengakhiri pelajaran teknikal Kita. Pada sesi berikutnya Anda akan belajar yang disebut Analis Fundamental. Dan jangan lupa terus berlatih demo account. Sampai ketemu di artikel berikutnya.
Sumber Belajar forex
Disini Selengkapnya..

Pengertian Buy dan Sell

Dunia forex tidak lepas dari Buy dan Sell (Beli dan Jual)

Setiap trader memiliki kebebasan untuk melakukan salah satu aksi diatas yang menurutnya benar untuk memperoleh profit. Buy dapat juga dipadankan dengan Bid atau Long dan Sell dipadankan dengan Offer atau Short. Jadi jika Anda membaca sebuah artikel mengenai forex dan disana disebutkan istilah Bid atau Long, tidak perlu bingung karena kedua istilah tersebut sama artinya dengan Buy atau Beli.

Membaca quotes sangatlah mudah
Namun jika kita belum mengerti bisa membingungkan juga. Quotes pada transaksi forex biasa ditulis bersamaan dengan pairs nya dan selalu berubah-ubah mengikuti pasar dari waktu ke waktu (running/ real time).

Cara membacanya cukup sederhana bila kita mengingat dua hal ini:

  1. Mata uang yang pertama disebutkan adalah mata uang base-nya (base currency)
  2. Base currency nilainya selalu 1.

Sebagai contoh:
USD/CHF 1.4623 berarti 1 Dollar AS nilainya adalah 1.4623 Swiss Franc. Apabila Dolar pada waktu berikutnya nilai USD/CHF 1.4630 itu berarti Dollar AS menguat 7 point karena bisa membeli lebih banyak Swiss Franc.

Setiap pairs ada dua harga yang ditampilkan yaitu harga beli (bid) dan harga jual (offer). Selisih diantara keduanya disebut spread. Jadi, bila kita memakai contoh diatas, USD/CHF 1.4623/28 itu artinya harga jual Dollar AS adalah 1.4623 Swiss Franc dan harga belinya 1.4628. Spread disini nilainya 5 (..28 -..25 = 5).

Spread ditentukan oleh pialang dan nilainya berbeda-beda antara pialang satu dengan yang lain. Makin kecil spread makin baik bagi investor. Pada GAIN Capital, spread berkisar antara 3-5 points untuk 5 jenis mata uang utama. Untuk pasangan mata uang yang jarang ditransaksikan (minor currency) seperti NZDJPY misalnya, spread bisa bergerak hingga 8 points dikarenakan volume transaksi yang tidak terlalu ramai.


Tampilan harga pada platform Forex.com (Gain Capital)

Perlu diingat kembali bahwa perdagangan forex juga ada komoditas yang diperdagangkan yaitu mata uang itu sendiri. Nah, jika misalnya tampilan GBPUSD maka yang jadi barang adalah GBP sedangkan USD adalah mata uang pembanding yang menunjukkan harga barang tersebut pada harga jual dan belinya. Jadi mata uang yang ditulis didepan bertindak sebagai barangnya dan mata uang yang dibelakang sebagai penentu berapa nilainya.

Jika Anda adalah orang baru dalam dunia bursa, maka Anda akan menemui berbagai istilah asing yang terdengar janggal ditelinga. Untuk itu, BelajarForex telah menyiapkan kamus sederhana mengenai istilah-istilah asing dalam dunia forex yang dapat Anda akses melalui website ini.

Sumber belajar forex
Disini Selengkapnya..

Sebandingkah resiko dan profit ?




RESIKO DAN PROFIT


Berapa besar resiko yang mungkin terjadi bila saya berinvestasi forex?
Sebandingkah dengan keuntungannya?


Sebagai seorang investor profesional Anda harus belajar melihat semua skema investasi tidak selalu dari profitnya. Ada banyak faktor lain selain mimpi indah profit yang harus Anda ketahui dan salah satunya adalah yang disebut resiko. Forex merupakan sebuah investasi yang tergolong high risk-high return investment program.

Itu artinya adalah sebuah investasi yang memiliki resiko tinggi. Namun juga imbal balik profit yang tinggi. Ya sebandinglah dengan resikonya. Nah, kedua sisi profit dan resiko ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Ini seperti sebuah sisi mata uang yang saling bersebelahan. Ada namun bersebrangan. Bersebrangan namun ada.

Ok kalau begitu mari kita mulai membicarakan kedua hal ini. Kalau begitu karena Saya adalah seorang sedia payung sebelum hujan, Saya akan membahas sisi resikonya terlebih dahulu. Berharap hari yang ceria ini tidak menjadi hari yang kelabu setelah Anda membaca artikel ini.

Secara garis besar, ada tiga hal utama yang perlu Anda ketahui sebelum memulai investasi forex Anda terutama dari masalah resiko.

Pertama, total loss possibility (ini artinya kemungkinan loss keseluruhan) bisa mencapai 90% dari seluruh dana yang Anda yang investasikan.

Eh, apa? 90%? Tidak begitu bagus kedengarannya. Ya memang tidak begitu bagus. Tapi ingat ini adalah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Mengapa bisa mencapai 90%, ini disebabkan dewa penolong yang dahulu kita kenal bernama margin trading. Nah bukan dewa penolong lagi dong…

Ingat ketika Amir melakukan pembukaan posisi beli sebanyak 1 lot pada contoh ketika kita belajar mengenai mekanisme investasi forex? Well kalau Anda lupa Anda perlu membukanya kembali pada bagian mekanisme perdagangan forex.

Nah, kini Amir membeli sebanyak 1 lot GBP pada pasangan GBPUSD diharga 1.9600. Dalam kasus ketika GBP menguat terhadap USD, maka Amir akan mendapatkan keuntungan. Sekarang bagaimana jikalau yang terjadi sebaliknya? Bagaimana kalau harga bergerak turun? Sejauh mana posisi Amir dapat bertahan?

Dalam pasar forex trading meski Anda dapat membuka sebanyak hanya 1 lot dan membutuhkan jaminan hanya 100 Pound, bukan berarti modal awal minimum yang disetorkan adalah hanya 100 Pound saja (kalau di Rupiahkan ya kurang lebih Rp 1.5 Juta).

Biasanya pialang menetapkan deposit minimum diatas harga 1 lot tersebut. Ada beberapa pialang yang menetapkan minimum pembukaan account US$250 atau bahkan US$500. Apa gunanya?

Ya! Betul sekali, untuk menahan posisi apabila ternyata harga bergerak berlawanan dengan posisi Amir. Nah misalkan Amir memulai investasinya dengan sebesar US$250. 100 pound (sama dengan US$196) digunakan sebagai jaminan posisi Open Buy yang dia lakukan. Maka sisa dananya menjadi 250 – 196 = US$ 54. Dana 54 Dollar inilah yang digunakan untuk mempertahankan posisi Amir yang terbuka apabila ternyata harga bergerak turun, bukan naik seperti yang diharapkan Amir.

Dalam pasar forex biasanya based currency yang digunakan adalah US Dollar. Itu artinya semua transaksi akan diubah ke dalam USD dan semua yang tertera pada platform sudah dalam Dollar.

Pertanyaannya sekarang, dengan sisa dana 54 Dollar itu, berapa jauh Amir dapat mempertahankan posisinya? Dan apa yang terjadi jika harga bergerak turun dan 54 Dollar tersebut habis?

Good question.

Jawabannya pertanyaan pertama, Amir dapat mempertahankan posisinya sampai harga bergerak turun sejauh 54 points karena pada dasarnya 1 point GBPUSD harganya adalah 1 Dollar. Jadi jikalau harga turun sampai ke 1.9546, maka sisa dana Amir yang 54 Dollar itu akan habis.

Lalu apa yang akan terjadi?

Jika sisa dana Amir yang 54 Dollar tersebut habis maka posisi Amir yang terbuka tersebut akan ditutup otomatis oleh sistem dikarenakan tiadanya lagi jaminan dalam pembukaan posisi. Dengan begitu, Amir mengalami kerugian sebesar 54 Dollar dan kini dananya hanya tersisa US$ 196. Kasihan Amir….

Situasi yang Amir alami dinamakan margin call. Margin call adalah ditutupnya posisi secara otomatis oleh sistem dikarenakan habisnya jaminan dana yang dimiliki. Sebuah hal yang tidak menyenangkan bagi seorang trader. Mimpi buruk tepatnya.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan berapa lama margin call itu terjadi dengan sisa dana hanya 54 Dollar? Pasangan GBPUSD tergolong pasangan yang energic dan senang sekali bergerak kesana kemari. Dengan volatilitasnya, GBPUSD biasanya dapat bergerak hingga 100 points per harinya. Jadi, Amir dapat saja mengalami margin call dan kehilangan $54 hanya dalam waktu 1 hari!

Wow, sebesar itu kah? Ya memang. Amir bisa saja untung 100 Dollar sehari tetapi juga bisa mengalami margin call jikalau sisa dana yang dimilikinya hanya $250. Nanti kita akan pelajari lebih jauh lagi, meskipuin minimum pembukaan account cukup terjangkau yaitu hanya US$250, membuka account dengan dana seminimal itu merupakan sebuah resiko tingkat tinggi dan sangat tidak disarankan. Well, money talks and that’s right. Bagaimanapun modal tidak akan berbohong.

Seandainya Amir memulai investasinya dengan US$1000 maka ada sisa dana mencapai US$804 yang artinya cukup untuk menahan pergerakan beberapa kali. Perlu dicatat bahwa harga tidak pernah naik dan turun dalam satu arah ber kali-kali. Itu artinya ada kemungkinan setelah turun 100 – 200 points harga malah kembali bergerak naik melewati 1.9600 dan Amir mendapat untung.

Jadi begitulah resiko pertama yang kita pelajari. Cukup pahit memang.

Selanjutnya resiko kedua ada pada persoalan likuiditas. Kita sudah singgung sedikit tadi bahwa untuk GBPUSD pergerakan dapat mencapai 100 points dalam sehari saja. Itu artinya kemungkinan untung/rugi mencapai kurang lebih Rp 1 Juta per harinya!

Nah, pa artinya hal ini? Artinya adalah Anda dapat kehilangan dana Anda dan mengalami total loss seperti disebutkan diatas dan semuanya itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat!

Coba tenang dan pikirkan bagaimana jika ini terjadi pada Anda?

Anda kehilangan dana $250 hanya dalam waktu satu hari! Atau katakanlah Anda menabung 6 bulan lamanya untuk dapat memulai investasi forex Anda dan ternyata dalam waktu 6 hari semua tabungan Anda tersebut lenyap tiada berbekas. Secara teoritis hal ini mungkin terjadi dalam pasar forex. Sesuatu yang pahit namun riil dan mungkin. Bagaimana perasaan Anda jika ini terjadi pada Anda?

Jadi dengan 2 hal ini dapat dipahami memang bahwa benarlah perkataan bahwa forex adalah high risk – high return investment program. Investasi berresiko tinggi tetapi juga dengan return yang tinggi. Dan keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jangan pernah tertipu dengan para marketing yang menonjolkan melulu sisi keuntungan tanpa pernah menyinggung kemungkinan loss yang mungkin terjadi. Seorang marketing forex yang baik haruslah juga bertindak sebagai investment advisor bagi nasabah-nasabahnya.

Yang terakhir berkaitan dengan resiko adalah masalah metode trading. Jika dilihat-lihat dari dua point yang kita bahas bersama diatas tentu Anda pun berkesimpulan bahwa keputusan untuk melakukan aksi beli/jual merupakan keputusan yang paling krusial dan sangat signifikan. Kapan harus masuk, berapa lama dan beli atau jual merupakan keputusan yang akan memperngaruhi dana kita kelak.

Kalau begitu inti dari semuanya ini adalah apakah kita cakap dalam memprediksi pergerakan harga atau tidak. Semuanya itu dicerminkan dalam analisa yang kita pelajari sehari-hari. Metode trading apa yang kita gunakan dan bagaimana sistem yang kita milki menentukan apakah Anda mengakhiri karier Anda sebagai seorang trader atau seorang looser.

Kabar buruknya, tidak ada satupun metode trading yang dapat menjamin Anda pasti mengalami keuntungan terus menerus. Sebuah sistem trading yang diciptakan oleh para ahli forex terbaik diseluruh dunia. Ini dikarenakan sebuah sistem belum tentu cocok dengan profil orang yang memakainya. Belum masalah permodalan. Belum cara bertrading. Belum jam trading. Belum cara menganalisis. Dan yang terpenting adalah belum lagi psikologi yang dimiliki setiap trader berbeda-beda. Ini menyebabkan tidak ada satupun metode trading yang dapat menjamin Anda mengalami untung mencapai 100% terus menerus.

Anda dapat mengikuti trader terbaik yang pernah Anda kenal. Tetapi itu pun tidaklah jaminan Anda untung.

Nah bagaimana? Sepertinya forex menjadi begitu menakutkan bagi Anda? Saya belum menceritakan kisah-kisah mereka yang “kurang sukses” di forex lho J. Baiknya tidak usahlah.
Tapi jangan khawatir Saudara, Saya tidak akan meninggalkan Anda kebingungan menghadapi semua resiko-resiko diatas. Apa yang disampaikan tersebut merupakan resiko terburuk yang mungkin terjadi terhadap account Anda. Lagi pula ada sederetan cara untuk mencegah semua itu terjadi terhadap investasi Anda. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sehubungan resiko dalam investasi forex:
  1. Pastikan dana yang Anda investasikan merupakan dana lebih yang bersifat idle/ dikhususkan untuk itu (risk capital).Yang Kami maksud dengan dana idle adalah dana yang memang “tidak terpakai” atau tidak digunakan untuk keperluan tertentu yang mendesak. Jadi memang dikhususkan untuk berinvestasi dan pada investasi yang memiliki resiko tinggi. Ya..ya…ya Saya tahu bahwa tidak ada duit yang tidak terpakai. Semuanya terpakai. Tapi maksud Saya disini adalah.Jangan gunakan dana pendidikan anak atau dana kesehatan keluarga Anda untuk berinvestasi forex. Apa yang akan Anda lakukan apabila dana pendidikan anak Anda ludes karena forex? Si kecil tidak bersekolah karena Bapaknya kurang perhitungan ck…ck..ck…Satu lagi, sangat disarankan untuk tidak mengutang untuk bermain forex. Saya serius lho. Ada beberapa orang yang bertindak terlalu berani dengan menggesek kartu kreditnya untuk bermain forex. Kalau memang Anda sudah mahir dan memilki pengalaman bermain forex yang profit ya no comment at all. Tapi kalau masih awam lalu ngutang…... ...Wah bisa berabe..
  2. Jangan terburu-buru untuk berinvestasi real hanya karena Anda telah memahami satu-dua teknik forex.Bahkan saya pun masih belajar dan terus belajar sementara artikel ini dibuat. Jangan pernah menganggap diri terlalu mahir dalam bertrading hanya karena Anda telah membaca sebuah “resep rahasia” dari seseorang yang telah menjalani forex dan profit.
  3. Gunakan fasilitas demo account untuk jangka waktu yang cukup sebelum memulai real account....Para pialang penyedia jasa forex online trading biasanya menyediakan fasilitas demo account cuma-cuma bagi siapa pun yang tertarik dengan forex untuk berlatih dan terbiasa menggunakan platform mereka. Keistimewaan demo account adalah semua harga dan regulasi adalah sama persis dengan real accountnya. Perbedaannya hanya pada dunia riil uang yang kita gunakan ya uang virtual alias uang main-mainan. Jadi secara teoritis apabila Anda mengalami profit pada demo account maka profit pada real account tidak jauh lagi bagi Anda.Nah kendalanya adalah seringkali meskipun mereka mencoba demo account dan mereka profit, waktu untuk berlatih pada demo tidak cukup. Padahal pialang biasanya menyediakan waktu 1 bulan (dan bisa diperpanjang) selama kita membutuhkan sampai kita merasa benar-benar mahir dan siap menuju real account. Sekali lagi ketidak sabaran membuat banyak kecelakaan yang tidak perlu menjadi harus terjadi.
  4. Gunakan fasilitas Stop Loss dan Limit untuk membatasi keuntungan dan kerugian. Stop Loss merupakan fasilitas yang disediakan oleh platform untuk membatasi kerugian yang mungkin terjadi dalam posisi kita ketika terjadi kesalahan dalam memprediksi pergerakan harga. Sedangkan Limit berguna untuk menentukan pada harga kita hendak melakukan taking profit. Kedua fasilitas ini umum tersedia pada platform forex trading. Kita akan membahas lebih jauh pada section Forex online trading and the Facility at a glance.

Ok kita sudah belajar mengenai resiko yang mungkin terjadi dalam bertrading forex berikut beberapa cara penanggulangannya. Mungkin Anda mulai berpikir dua kali untuk bertrading forex dikarenakan artikel yang baru saja Anda baca. Baguslah jika memang demikian. Karena itu adalah tujuan Belajar Forex. Membantu Anda untuk memulai investasi ini dengan cara yang benar, terukur dan masuk akal.

Tentunya tidaklah imbang untuk membicarakan resikonya tanpa mengetahui seberapa besar potensi yang mungkin Anda dapatkan dalam bertrading. Nah untuk adilnya kita juga perlu mengetahui sejauh manakah keuntungan yang mungkin kita peroleh dengan bertrading forex. Namun rasanya saya tidak perlu menjelaskan terlalu panjang mengenai hal ini.

Well, ada banyak orang yang sebenarnya bertrading dan mendapatkan keuntungan hingga puluhan hingga ratusan ribu Dollar tiap bulannya. Meski lebih banyak lagi mereka yang loss (banyak diantaranya seharusnya tidak perlu loss jika mereka memiliki cukup kesabaran dan cara trading yang lebih baik), forex tetaplah sebuah ladang investasi yang menawarkan keuntungan tidak seperti investasi konvensional lainnya.

Potensi profit pada forex dapat mencapai puluhan hingga ribuan persen setiap bulannya. Beberapa pemula forex yang tekun belajar dan cukup kenal baik dengan kami mampu mencapai profit dalam tradingnya hingga mencapai ratusan persen dalam tiap bulan. Sayang record transaksi mereka tidak bisa kita tampilkan disini dikarenakan privacy.

Dengan hitungan sederhana berdasarkan rata-rata pergerakan misalnya mata uang GBPUSD yang mampu bergerak hingga 100 points sehari maka dengan memasang 1 lot saja sehari itu artinya kita bisa mendapat keuntungan 2000 points dalam waktu satu bulan (20 hari x 100). Cukup lumayan. US$2000 jika dijadikan Dollar. Itu baru 1 lot lho. Coba bagaimana kalau kita memasang lot yang semakin besar seiring bertambahnya dana yang kita punya? Bisa besar dan semakin besar.

Itu sebabnya banyak trader luar negeri yang melakukan trading untuk membiayai hidup mereka (bahkan anak istri mereka) sehari-hari. Istilah kerennya Trading for a Living. Hmm… cukup menggiurkan bukan? Cukup dari rumah saja dan tidak perlu menempuh kemacetan kota-kota besar, ratusan hingga puluhan ribu Dollar bisa kita hasilkan hanya dari bertrading. Dengan demikian trading pun dapat membantu kualitas hidup mereka yang melakukannya dan juga mengurangi polusi di jalan raya (he…he…he).

Coba bayangkan bagaimana efek yang dihasilkan jika Anda berhasil membuat formula trading yang tepat bagi diri Anda pribadi. Sebuah terobosan finansial (kemandirian finansial) menjadi bagian hidup Anda dan kini Anda dapat meninggalkan takdir menjadi karyawan seumur hidup Anda. Hmmm…. Sweet dream heh?

Jadi sebenarnya dari apa yang kita pelajari hari ini diketahui bahwa pada dasarnya keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi adalah sebanding satu sama lainnya. Market dapat menjadi sahabat terbaik bagi siapa pun yang profit. Sebaliknya dia dapat menjadi musuh terkejam yang Anda temui karena dapat meludeskan investasi Anda dalam sekejap mata.

Nah sebelum Anda melangkah lebih lanjut dengan pelajaran Anda. Kelihatannya siapa yang mau berinvestasi forex hasuslah seorang yang menyukai sebuah petualangan harga alias risk lover. Jika Anda seorang risk averter alias mereka yang tidak menyukai resiko, silakan menjauh dan pilihlah investasi yang tidak terlalu beresiko seperti forex.

sumber :belajar forex
Disini Selengkapnya..

Senin, 24 Agustus 2009


PENERAPAN EXIT STOP LOSS DAN EXIT TARGET

Trading forex di Marketiva tidak harus selalu berada di depan komputer untuk menjaga andai andai apa yang ada buka mengalami kenaikan profit atau mungkin malah loss dan terlikuidasi.
Di Marketiva anda bisa menggunakan sistem otomatis yang sudah di sediakan oleh Marketiva Anda bisa menentukan posisi dengan menetapkan nilai exit target dan stop loss nya.

Sistem ini memang diberikan bagi mereka yang sedang sibuk dengan pekerjaan lain tapi merasa enggan meninggalkan trading, jadi sistem otomatis ini ,begitu kita stel ,anda bisa meninggalkan komputer dan bisa berakktivitas yang lain...Jadi tidak perlu campur tangan anda lagi.
kalau keuntungan sudah mencapai exit target maka akan ditutup, atau kerugian sudah tidak dapat di tolerir dan harga exit target telah tersentuh maka posisi juga akan ditutup otomatis.

Exit target: adalah tingkat harga dimana anda ingin menutup suatu posisi ketika sejumlah profit tertentu telah anda dapatkan. Anda dapat mengatur exit target ketika anda membuka posisi atau kapan saja selagi posisi tersebut masih open. Exit target juga dikenal dengan istilah Take Profit atau sering disingkat dengan TP.

Order Stop-loss: menjamin suatu posisi dilikuidasi secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak melawan posisi anda. Stop Loss biasa disingkat SL.

Contoh exit target dan exit stop-loss:
Anda memiliki posisi long yang dibuka pada harga 1.2000, maka exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Apabila anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.

Baik exit target maupun exit stop-loss nilai yang anda tetapkan adalah dalam harga, bukan banyaknya poin atau pip. Seperti contoh di atas, apabila anda ingin menutup posisi dengan keuntungan 20 pip, pada posisi long yang anda buka dengan harga 1.2000, maka exit targetnya adalah 1.2020 yaitu harga buka 1.2000 + 20 poin = 1.2020.

Beberapa kasus yang sering dialami trader berkaitan dengan exit target dan stop loss
Posisi saya tidak ditutup padahal saya yakin harga menyentuh angka Exit Target tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?

* Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
* Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
* Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID

Sebagai contoh, anda melakukan transaksi Short di EUR/USD dan exit target di 1.3125. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.3125, tapi dalam hal ini exit target anda tidak tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.3125 adalah harga diagram yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,3125, maka Offer = harga di charting + 1/2 spread = 1,3125 + 1 = 1,3126. Sehingga harga sebenarnya masih di level 1,3126.

Posisi saya ditutup padahal saya yakin harga tidak menyentuh angka Stop Loss. Apa yang sebenarnya terjadi?

* Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
* Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
* Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID

Contoh: anda melakukan transaksi Short di GBP/USD dan memasang Stop loss di level 1.8943. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.8942. Tapi dalam hal ini SL anda tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.8942 adalah Harga diagram, yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,8942, maka Offer = harga charting + 1/2 spread = 1,8942 + 2 = 1,8944. Sehingga harga sebenarnya sudah berada di level 1,8944.

Yang penting anda perhatikan disini adalah Spread, dan perlu diingat juga bahwa spread itu tidak tetap dan sewaktu waktu dapat berubah nilainya, terutama pada saat keluar berita yang mengakibatkan pergerakan harga tidak stabil.
Disini Selengkapnya..